ARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

28 12 2009

Pendidikan Indonesia sudah kehilangan arah. Pendidikan di Indonesia dalam bentuk sekolah telah tercerabut dari akar kesejarahan sistem pendidikan nasional. Pendidikan di Indonesia sudah tidak lagi bertumpu pada nilai-nilai dasar pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang menyadarkan dan pendidikan yang memanusiakan manusia muda dan pengangkatan manusia muda ke taraf insani. Pendidikan di Indonesia hanya berorientasi pasar.

Buktinya, pemerintah sekarang sedang menggalakkan pendidikan tingkat satuan pendidikan menengah atas berbasis kerja, yaitu sekolah menengah kejuruan (SMK). Pemerintah berencana akan mengubah pola pendidikan Indonesia dengan perbandingan 70% untuk SMK dan 30% untuk sekolah menengah atas (SMA). Lulusan SMA dalam pandangan pemerintah hanya menghasilkan lulusan tidak siap kerja kalau tidak mau disebut pengangguran. Maka, guna mengurangi angka pengangguran, pemerintah melakukan ‘terobosan’ dengan menciptakan SMK. Lulusan SMK dalam pandangan pemerintah lebih siap untuk bekerja dan mengurangi pengangguran.

Bukan fase bekerja

Pendidikan di Indonesia hanya dimaknai sebagai salah satu untuk mendapatkan pekerjaan agar tidak menjadi pengangguran (link and match). Padahal, link and match pernah dikritik Soetandyo Wignyosoebroto, Guru Besar Emeritus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menurut Pak Tandyo–begitu orang menyapanya–sekolah itu bekal untuk menata hidup yang lebih baik. Bukan fase yang harus dilalui sebelum bekerja. Kalau konsepnya seperti itu, betapa sempitnya dunia pendidikan (Agus Wahyudi: 2006).

Kritikan Pak Tandyo itu cukup beralasan. Pendidikan bukan salah satu fase untuk bekerja. Pendidikan adalah proses hidup. Jadi pendidikan dalam bentuk sekolah bukan untuk bekerja. Maka dari itu, konsep pemerintah membangun SMK secara besar-besaran itu pada dasarnya menunjukkan pemerintah saat ini sudah keblinger. Salah jalur. Tidak tahu filosofi pendidikan.

Lebih dari itu, penyiapan tenaga kerja siap pakai ala SMK juga tidak sesuai dengan iklim Indonesia. Indonesia bukan negara industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja siap pakai seperti Jepang. Indonesia masih menjadi negara agraris. Kalau toh kita akan menjadi negara industri, Indonesia sudah tidak lagi mempunyai sumber daya alam sebagai modal. Sumber daya alam Indonesia sudah dikeruk dan dikuras habis oleh korporasi internasional. Masyarakat Indonesia sekarang tinggal menunggu kehancuran bumi Indonesia. Hal itu karena daya isap korporasi tidak akan menyisakan sedikit pun sumber daya alam untuk masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia akan menjadi asing dan miskin di negerinya sendiri.

Tenaga kerja instan

Pembangunan sumber daya manusia melalui SMK dengan mengabaikan filosofi pendidikan hanya akan menghasilkan buruh-buruh yang keringat mereka diperas untuk memuaskan nafsu serakah korporasi internasional. Mereka hanya akan dibayar dengan upah murah. Sewaktu-waktu mereka dapat diberhentikan dengan paksa.

Apakah pemerintah sekarang sempat berpikir seperti itu? Tampaknya, pemerintah tidak memedulikan hal tersebut. Yang ada dalam otak pembuat kebijakan yang keliru itu adalah bagaimana mempersiapkan tenaga kerja instan (siap) kerja dalam waktu cepat sehingga kinerja pemerintahan dapat dinilai dengan nilai A. Pemerintah pun dapat mengklaim telah berhasil mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan karena anak-anak orang miskin sekarang sudah sekolah di SMK dan siap bekerja dengan kemampuan dan keterampilan mereka.

Pemerintah lebih bangga melihat banyak masyarakat bekerja dengan ketidakberdayaan daripada melihat masyarakatnya mandiri karena mereka memiliki ilmu dan pengalaman yang memerdekakan.

Program pendidikan siap kerja melalui SMK merupakan program prestisius miskin strategi dan makna. Ia tidak ubahnya seperti program penggemukan sapi yang marak akhir-akhir ini di beberapa daerah. Sapi yang semula kecil diberi makan sebanyak mungkin, setelah itu sapi siap jual dengan harga tinggi.

Pemerintah dengan program itu hanya ingin menyombongkan diri dengan data statistik bawah periode pemerintahan kali ini telah berhasil membuat kebijakan yang dibutuhkan masyarakat, yaitu lulus langsung kerja. Padahal sebagaimana kita ketahui, data statistik selalu saja bisa ‘diperjualbelikan’ sesuai dengan keinginan penguasa.

Oleh Benni Setiawan, Penulis Buku Agenda Pendidikan Nasional

About these ads

Aksi

Information

14 responses

12 01 2010
Judika

Perlu ada pembenahan dalam sistem pendidikan; bagaimana agar pikiran John Dewey tidak diadopsi terlalu menyolok. Ini yang saya lihat secara nyata dalam UU Pendidikan Nasional.

salam
Judika

15 01 2010
SAUT BOANGMANALU

Terimakasih tulisannya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di http://boeangsaoet.wordpress.com

31 01 2010
abu yazid

saya mau daftar menjadi anggota istpi, gimana carannya

3 02 2010
Kartolo Suroboyo

tes komen

18 02 2010
sukamto maulana

Saya rasa maksud pemerintah udah benar!! yg nulis artikel ae apriori!! menggalakkan smk = menghasilkan buruh kok rasane lebay pendapat itu!! apa iya lulusan smk gak bs mneruskan ke jenjang perguruan tinggi trus menjadi ilmuwan & praktisi handal!! artikel yg diupload kok kurang menarik!! provokatif maneh!!

23 12 2010
uchu ji kodong

SAYA SEPENDAPAT DENGAN SUKAMTO MAULANA,.. TUK “BENNY SETIAWAN”..!! POSISI KEHIDUPAN, EKONOMI, DAN INTELEKTUAL ANDA MEMANG SANGAT MENYAYANGKAN PROGRAM SMK. TIDAK SEMUA MANUSIA MEMPUNYAI KEMAMPUAN SEPERTI YANG ANDA MILIKI NAMUN SEMANGATNYA MUNGKIN BANYAK SEPERTI ANDA.. NEGARA KITA BUKANLAH NEGARA MAJU.. MASALAH DIPERUT MASIH JADI BEBAN PIKIRAN SEBAGIAN BESAR MASYRAKAT UMUM, SEDANGKAN PENDIDIKAN DI NEGARA KITA MASIH SANGAT MAHAL PAK..!! INTINYA SMK MENELORKAN ALUMNI SIAP KERJA DAN JANGAN LUPA PAK BENNY…!! MEREKA JUGA SIAP JADI ILMUWAN DAN PRAKTISI HANDAL.. BUKAN SAPI PENGGEMUKAN..!!!???

26 07 2011
ADI HARIYONO

SAYA MAU MENDAFTAR ANGGOTA ISTPI, GIMANA COI…

26 07 2011
ADI HARIYONO

SAYA MAU MENDAFTAR ANGGOTA ISTPI, KOK PADA DIAM, APA ISTPI SUDAH TIDAK MENERIMA ANGGOTA BARU ? SAYA ALUMNI TEK. PEND. UM TAHUN 1989. IKI WONG KEWUT KER………….

24 04 2012
Gelar S Ramdhani

Betul sekali pendidikan di Indonesia sudah banyak indikasi-indikasi disorientasi

23 05 2013
chicago web development agency

I really like your blog.. very nice colors & theme.
Did you make this website yourself or did you hire someone to do
it for you? Plz respond as I’m looking to design my own blog and would like to find out where u got this from. thank you

22 06 2013
Tod

Good day very cool site!! Man .. Beautiful .
. Superb .. I’ll bookmark your web site and take the feeds also? I’m happy to search out a lot of
helpful information here in the publish, we’d like develop extra techniques on this regard, thanks for sharing. . . . . .

22 09 2013
Azhar Muhammad

Kita risis konsep pendidikan,
Krisis Konsep tersebut merupakan konsekuensi akibat proses akulturasi kebudayaan. Suatu contoh yang jelas timbulnya krisis di dalam proses westernisasi terhadap kehidupan budaya-budaya Timur. Sejalan dengan maraknya kolonialisme ialah masuknya unsur-unsur budaya Barat memasuki dunia ketiga. Terjadilah proses akulturasi yang kadang-kadang menyebabkan hancurnya kebudayaan lokal. Timbul krisis yang menjurus kepada hancurnya sendi-sendi kehidupan orisinil. Lihat saja kepada krisis moral yang terjadi pada generasi muda yang diakibatkan oleh masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum serasi dengan kehidupan budaya yang ada.

3 01 2014
Istanamurah

selama negara dengan mudahnya melkukan apa saja ya kita hanya bisa mngikuti berbagai yang dilakukan negara,

10 05 2014
4life Transfer Factor

Indonesia adalah negara dengan pendidikan yang dulu sanget bagus, tapi sekarang pendidikan di indonesia menurun dari tahun ketahun.. semoga tahun semakin lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: