MENDIAGNOSIS SEKOLAH, MENEMUKAN “SYURGA SEKOLAH”

27 05 2008

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, memiliki cita-cita dasar pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan pendidikan. Sejak Indonesia merdeka 1945, cita-cita pendidikan kepada bangsa diakui sebagai jalan meningkatkan derajat bangsa di tengah-tengah kehidupan dunia.

Dewasa ini muncul ragam problematika terhadap eksistensi pendidikan di Indonesia, mulai dari kejemuan peserta didik di sekolah, adanya disparitas persepsi mengenai ujian sekolah antara pemerintah, guru, murid dan orang tua, bahkan dibeberapa daerah terjadi kasus seorang siswa nekat bunuh diri. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, tentang persepsi siswa mengenai sekolah, seolah tersimpul pemahaman bahwa sekolah adalah tempat yang tidak nyaman “School is Hell”, sehingga saat datang libur sekolah, siswa merasa sangat bahagia karena terlepas dari rutinitas belajar yang kaku dan menjemukan, dan saat datang waktunya kembali sekolah, banyak diantara siswa malas-malasan untuk sekolah, kalaupun mereka berangkat sekolah itupun dengan berat hati.

Apa yang salah dengan kondisi tersebut, dan bagaimana kita bisa mengatasinya? Berdasarkan penelitian yang kami lakukan dan beberapa referensi, menyebutkan bahwa komponen dominant yang mampu menciptakan kondisi sekolah menyenangkan atau tidak adalah Guru, baru berikutnya sarana dan teknologi belajar.

Kombinasi antara guru dan teknologi belajar mengajar, apabila mampu didesain dengan apik akan menciptakan kondisi sekolah yang menyenangkan, atau dengan pendekatan teori yang kami sebut sebagai “Heaven School”, sekolah sebagai syurga yang setiap saat dirindukan siswa, bahkan membuat guru tidak memiliki rasa jemu dan lelah dalam mendidik dan menjadi fasilitator pembelajaran.

Penulis: M.Nur K. Amrullah,S.Pd (amru@alhikmahsby.com)


Aksi

Information

One response

27 05 2008
Abu Azzam Abdurrohman

Saya sangat sepakat bahwa paradigma dan perspektif kita tentang sekolah harus dirombak, dari sekolah sebagai tempat kaku yang menginjeksi dengan dosis paten yang tak bisa di”partisipatori”, menjadi sekolah yang sangat menyenangkan dan membebaskan seperti syurga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: