ARAH BARU PENGEMBANGAN PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

29 06 2009

Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (Kurtekdik) merupakan salah satu jurusan pendidikan di Indonesia, selama beberapa kali telah terjadi pergeseran orientasi di ranah akademik, tentu seiring dengan dinamika yang terjadi masyarakat pendidikan.

Belakangan ini para pelaku/akademisi jurusan Kurtekdik disibukkan dengan mencari orientasi kerja yang paling pas untuk lulusannya, seiring dengan itu maka harus juga ada penyesuaian-penyesuain kurikulum pendidikan Kurtekdik.

Saya ingin mengingatkan, kesalahan melakukan analisis lapangan kerja pasca kelulusan akan berdampak pada terlantarnya para lulusan. Selama ini, yang paling senter terdengar di jurusan Kurtekdik adalah pengembangan media pembelajaran, ranah ini yang selalu didengungkan dan dibanggakan. Kemudian, ada tarik ulur mengenai Guru TIK yang oleh sebagaian pihak diklaim sebagai ranah kerja lulusan Kurtekdik.

Disini saya tidak ingin menambah perdebatan, Cuma ingin menunjukan fakta tersembunyi di balik peluang lulusan Kurtekdik. Jamak sudah kita ketahui baik mahasiswa, dosen maupun alumni bahwa prosentasi kurikulum di Kurtekdik lebih besar mengarah ke pengembangan media, ini menurut saya yang harus dikritisi.

Saya memahami dan mengalami bagaimana perkuliahan saya dulu hampir sebagian besar didominasi mata kuliah pengembangan media semacam fotografi, pengembangan media grafis, media 3 dimensi, computer dan video. Setelah saya lulus, saya bekerja sebagai pengembang kurikulum di sebuah sekolah favorit dan alhamdulillah telah berhasil mengantarkannya sebagai Sekolah Standar Nasional dan Sekolah Bertaraf Internasional. Disini kemampuan kurikulum jelas sangat dibutuhkan, sebelumnya saya diamanahi sebagai wakil kepala bidang kurikulum di sebuah SMA/MA swasta, lagi-lagi kemampuan kurikulum yang dibutuhkan. Pada waktu itu saya melihat bahwa kasus saya adalah individual dan tetap beranggapan bahwa konsep yang pertama dan utama lulusan Kurtekdik adalah pengembang media/teknisi media.

Sekarang saya menjadi Analis Program di Pusdiklat Lembaga Pemerintah, Pusdiklat yang juga scr structural memiliki studio pengembangan media pembelajaran. Disini Lulusan Kurtekdik lebih banyak menangani pendesainan program dan pengembangan kurikulum diklat. Diskusi sederhana saya lakukan dengan rekan seprofesi, bahwa kompetensi utama sarjana Teknologi Pendidikan sebenarnya saat ini harus diarahkan ke pengembang program/kurikulum, sedangkan untuk pengembangan media, sarjana Teknologi Pendidikan cukup sebagai manager dan pendesain programnya. Kita tidak perlu langsung menangani pengembangan media, mengingat saat ini banyak sarjana atau diploma yang bergelut dibidang media baik itu video, computer, maupun foto.

Logikanya sederhana, secara kompetensi dan ketrampilan sarjana Teknologi Pendidikan tentu tidak semahir sarjana computer dalam bidang computer praktis, sedangkan untuk bidang video dan foto sudah ada diploma atau sarjana pertelevisian. Kita sebenarnya tidak harus terjun ke ranah praktis, cukup kita sebagai pendesain programnya dan menjadi manager mereka.

Lantas bagaimana dengan Pusat Sumber Belajar di Sekolah? Mengenai PSB, Sarjana Teknologi Pendidikan tetap bisa sebagai pengelolanya, Cuma agak sedikit bergeser dari paradigma tukang ke paradigma manager. Artinya apabila Sarjana Teknologi Pendidikan berkecimpung di PSB maka tidak tidak diutamakan kemampuan praktis media tapi juga tidak boleh diabaikan, yang mesti diutamakan adalah kemampuan pendesainan media pembelajaran yang ideal.

Apabila pendapat diatas diterima, maka konsekuensinya kurikulum Kurtekdik harus sedikit diotak-atik dengan pemberian prioritas SKS lebih besar pada Mata Kuliah terkait pendesainan program dan pengembangan kurikulum. Yakinkah kita bahwa dengan konsen ke pendesain program dan pengembang kurikulum akan banyak lapangan kerja tersedia untuk kita? Seperti saya kemukakan diatas, bahwa ranah kerja kita tetap bisa sebagai pengelola PSB, dan ditambah lagi di Diklat, serta pengembang kurikulum sekolah atau lembaga pendidikan lain.

Fakta menunjukan, beberapa sarjana Kurtekdik kurang begitu memahami fungsi sebagai pengembang kurikulum dan pendesain program kecuali hanya segelintir yang ditunjang kemauan mengembang keilmuan itu di luar perkuliahan.

Peluang menjadi pendesain program dan kurikulum pada lembaga diklat negeri dan swasta terbuka lebar, tapi tidak mengabaikan peluang menjadi pengembang media di PSB yang ada di Sekolah maupun luar sekolah. Jika kita mau mengembangkan media Video Pembelajaran, kita hanya sebagai sutradara, Penulis Scrip atau jamaknya sebagai pendesain programnya saja sedangkan prosen pengambilan gambar dan editing kita serahkan saja pada D3/S1 Pertelevisian atau TI.


Aksi

Information

20 responses

30 06 2009
hasan

sepakat…sedikit diskusi tp bermakna ::))..okehh

1 07 2009
Amru

Mas Hasan,…………. Kapan2 kita diskusi lagi..

7 07 2009
sistem informasi sekolah terpadu

tulisan dan info yang bagus….trim’s

8 07 2009
sistem informasi sekolah terpadu

Sepakat dengan pemikiran ini….Info yang sangat menarik, trim’s

14 07 2009
undikshatp

TP jadi manajer setuju, jadi tukangpun setuju. Sebelum jadi manajer yang handal tak apalaj dulu menjadi tukang yang mahir, sehingga manajernya tidak asalah show saja. Biar bisa menginspirasi tukang-tukang khan gitu. lebih parah lagi kalau manajernya asal bisa ngomong aja, khan tidak ada yang ngangkat jadi manajer

the bad tp is talk
te good TO is shown and
the great Tp is ispiration

kira-kira sama dengan

the bad teacher is talk
the good teacher is shown, and
the great teacher is inspiration

majulah TP. lanjutan perjuanmu, lebih cepat lebih baik dan pro-lah pada perjuangan mahasiswa agar kelak mereka bisa diterima di pasar kerja

18 07 2009
Peduli Pendidikan Indonesia

Tulisan yang sangat menarik, kritis serta membangun…. trim’s

30 07 2009
eri

Ya…….saya sih setuju2 saja…. lulusan TP sebagai Manager, Sutradara, apa pun bentuknya itu yang jadi masalah……peluangnya/kesempatannya….mas’ sedangkan kenyataannya…….hidup berjalan terus dan waktu terus berputar…………sampai kapan kita mikirin terus soal desain instruksional yg digadang-gadangkan. sedangkan untuk mengimplementasikannya “bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami yg beratnya samapai 1Ton”………….

3 09 2009
Kombes.Com Bookmarking

Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

Salam hormat
http://kombes.Com

15 09 2009
Eri

Untuk orang2 Teknologi Pendidikan jgn berpikir terlalu kaku’ berpikirlah secara SMART

15 09 2009
Eri

Dan Flexible….

21 10 2009
gusti

thanks, infonya tapi kenyataan dilapangan lebih ganas dari teorinya ,sohib, g jg alumni tp

24 11 2009
Kristanto,S.pd

Saya setuju dengan dengan pendapat anda, karir saya dimulai dari wakasek bag. kurikulum dan sambil ngajar yang akhirnya jadi Kepala sekolah.
Kurikulum di prodi KTP memang harus di benahi sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kurikulum yang berkembang negeri ini.
Sehingga pemerintah mau memperhatikan lulusan KTP, apalagi sekarang di SMK ada program studi Keahlian Multi Media yang matadiklatnya serupa dengan MKKdi KTP.

11 12 2009
I Made Budana, S.Pd

Saya I Made Budana, S.Pd alumni Teknologi pendidikan tahun 2004 dengan sadar dan dari relung hati yang paling dalam memohon maaf kepada Civitas Akademika Undiksha Singaraja khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Teknologi Pendidikan (Kejur, Staff Dosen, mahasiswa, pegawai) atas kesalahan dan kekeliruan yang telah saya lakukan berkaitan dengan komentar-komentar yang sudah saya tulis pada Blog ini. atas kekeliruan-kekeliruan yang telah saya lakukan sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bapak/ibu Dosen, kejur, alumni dan mahasiswa TP sekali lagi saya mohon kerelaan dan keiklasannya untuk memaafkan saya.

Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Kejur, semua dosen dan pegawai Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Teknologi Pendidikan yang masih memberi kesempatan kepada saya dan menyadarkan saya akan kesalahan-kesalahan saya.
Saya berjanji tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama di masa-masa yang akan datang.

Demikian permohonan maaf saya, semoga Tuhan selalu memberi ketenangan dan sinar suciNya pada kita semua.

Kepada alumni Jurusan Teknologi Pendidikan Undiksha yang juga pernah menulis komentar yang kurang pantas, saya mengharapkan kerelaan hatinya hadir ke Jurusan untuk minta maaf.

21 02 2010
aditya

wieehh… Tp bpak bapak… Saya mau tanya.. Saya masih SMA dan mau ambil TEP(teknologi pendidikan).. apakah yang diajar pada TEP?? Dan kalu sudah lulus kira kira job nyaa jadi apa?? Terimakasih banyak…!

4 06 2010
ono'

sya mahasiswa tp tapi sampe sekarang saya masih bingung dengan arah jurusaan tp???????sebenarnya alumni tp jobnya itu di mana??

30 05 2011
Handoko

Masalahnya bagaimana orang tau k lulusan tp itu dipake kerja dimana. Karena yg sdh bekeqja itu cari dan mengembangkan dirinya sendhri spt apa dan mau jd apa! Beda kalo dah jabtan fungsionalnya akan jelas msk dimana dan itu yg hrs dikerjakan oleh para pakar kurtedik. Unesa dan unm malang orientasi luulusan beda sby praktisi media sedangkan malang kurkulumnya

30 05 2011
Handoko

Jd yang harus dipikirkagn adalah kalo pak menteri khta tau betapa penthgnya kurtedik di lembg maka gak akan sulit kita mau kerja dimana jd orang pinter disana kalo mau maju ya buat jabtan fungsionlnya

28 05 2012
I Nyoman Werna

fine, bagaimana prosesnya, sementara mata salah satu fungsi indera non aktif. apakah mengandangkan pihak ketiga untuk memberikan informasi pembelajaran agar masuk ke pigak pertama yang belajar, bukankah hal in justru inefisiensi biaya, waktu dan ruang. dimanakah letak efisiensi dan efektifitasnya

31 05 2012
azhar

sepakat,,…
tingggal bagaimana sosialisasi action ke dinas pendidikan dan bkd dan pejabat terkait.. kususnya di daerah2… bahwa ada loh jurusan KURTEK dan kompetensinya seperti itu…utk yg domisili di kab tegal jateng ayo kita adakan gebrakan..

9 04 2013
Taqorrub

setuju, maju terus teknologi pendidikan di negeri ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: